Kenali Gejala dan Cara Penanganan Hepatitis A(((bacalah artikel ini dan bagikan juga semoga bermanfaat)).


HEPATITIS A adalah penyakit yang dikarenakan oleh virus hepatitis A. Menurut data WHO, hepatitis A yaitu satu diantara penyakit hasil penyerapan makanan yang memiliki kandungan mikr*oba yang seringkali didapati didunia. 

Tiap-tiap tahun ada sekitar 1, 4 juta orang tertular hepatitis A didunia. Pada situasi tertentu jadi kasusnya bisa sangat meluas, seperti yang berlangsung di Shanghai pada tahun 1988, serta seperti wabah hepatitis A yang beberapa waktu terakhir berlangsung di lingkungan universitas Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Tanda-tanda serta Penularan Hepatitis A 
Tanda-tanda yang bisa muncul meliputi yaitu demam, lemah, lesu, tidak nafsu makan, masalah perut dan mata jadi terlihat berwarna kuning. Saat inkubasi (jarak pada virus masuk ke badan serta tanda-tanda muncul) berkisar pada 15 hingga 50 hari, rata-rata 28-30 hari. 

Menurut Profesor dr Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), DTM&H, MARS, DTCE, Guru Besar Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia‎ (UI), penyebaran paling utama hepatitis A yaitu lewat makanan atau cairan yang sudah terkontaminasi oleh virus ini, atau kontak segera dengan pengidap. 

Virus bisa diketemukan pada tinja seseorang pengidap serta meraih puncak satu sampai dua minggu saat sebelum munculnya tanda-tanda, serta menyusut dengan cara cepat sesudah munculnya tanda-tanda. Karenanya, membersihkan tangan jadi satu diantara usaha utama untuk menghindar penularan meluas. 

Wabah umumnya berlangsung dengan pola common source (dari orang ke orang), yaitu ditempat umum yang banyak dikunjungi orang-orang untuk makan-makan, yang kebetulan lingkungannya kotor. 
Biasanya berlangsung pada pencemaran air minum, makanan yg tidak dimasak dengan baik, makanan yang tercemar, sanitasi yang jelek, serta kebersihan rendah. 

Perlakuan Hepatitis A 
Pasien hepatitis A yang berat bisa dirawat dirumah sakit. Hal semacam ini bermanfaat untuk tingkatkan ketahanan badan dan untuk menghindar penularan ke lingkungan sekitarnya. Penyembuhannya tidak dibutuhkan antibi*otik, lantaran berbentuk self-limiting disease (penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya). 

Yang tidak kalah utama yaitu usaha spesial untuk tingkatkan sanitasi lingkungan serta kebersihan perseorangan untuk kurangi kerancuan makanan dengan air serta tinja. Oleh karenanya, butuh dikerjakan disinfeksi serentak pada sisa cairan badan pengidap. 

Dari kacamata petugas kesehatan orang-orang, investigasi dengan penyelidikan epidemiologis sangatlah dibutuhkan. Hal itu untuk tahu apakah penularan berlangsung dari orang ke orang atau telah ada sumber penularan common source yang pasti. 

Lalu nanti dapat dikerjakan usaha penanggulangan kebersihan lingkungan, penyediaan air bersih, sistem pendistribusian air yang baik serta pengelolaan limbah yang benar.

Subscribe to receive free email updates: